B.A.U » Sertifikasi Dosen

ID #1222

informasi tentang sertifikasi dosen

SERTIFIKASI DOSEN

 Definisi Dosen

Sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dosen dinyatakan sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Bab 1 Pasal 1 ayat 2). Sementara itu, profesional dinyatakan sebagai pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

 

 

SERTIFIKASI DOSEN

Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada dosen dalam rangka upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, dan memperbaiki kesejahteraan hidup dosen, dengan mendorong dosen untuk secara berkelanjutan meningkatkan profesionalismenya.

 

Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional jenjang pendidikan tinggi.

 

Proses sertifikasi dilakukan oleh sertifikator, atau asesor, yang diusulkan oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi dosen setelah mengikuti pembekalan sertifikasi, dan mendapatkan pengesahan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.  

 

Persyaratan Peserta Sertifikasi

Persyaratan peserta sertifikasi:

(a)      dosen tetap yayasan;

(b)      dosen DPK di perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat;

(c)      telah bekerja sekurang-kurangnya dua tahun; 

(d)      memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya Asisten Ahli;

(e)      memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya S2; dan

(f)        mempunyai beban akademik sekurang-kurangnya 12 sks per semester dalam dua tahun terakhir di perguruan tinggi di mana ia bekerja sebagai dosen tetap;  tugas tambahan dosen sebagai pejabat struktural (di lingkungan perguruan tinggi) diperhitungkan SKS-nya sesuai aturan yang berlaku;

Kriteria Urutan Peserta 

Dosen calon peserta sertifikasi diusulkan oleh perguruan tingginya masing-masing kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, berdasarkan urutan prioritas, sebagai berikut:

a.       jabatan akademik,

b.       pendidikan terakhir,

c.      daftar urut kepangkatan (DUK) berdasarkan terhitung mulai tanggal (TMT) Jabatan Fungsional,

d.      kinerja dosen yang bersangkutan

e.      Dosen calon peserta sertifikasi tidak sedang menjalani hukuman administratif sedang atau berat menurut peraturan perundang-undangan/peraturan yang berlaku.

Pengusulan dilakukan dengan menyertakan surat usulan dari Rektor Universitas/Institut, Ketua Sekolah Tinggi, atau Direktur Politeknik/Akademi yang berwenang, disertai fotokopi ijin pendirian perguruan tinggi yang masih berlaku dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

 

Portofolio Dosen

 

Portofolio dosen adalah kumpulan dokumen yang menggambarkan pengalaman berkarya/prestasi  dalam menjalankan tugas profesi sebagai dosen dalam interval waktu tertentu. Sertifikasi dosen dilakukan melalui penilaian portofolio.

Komponen portofolio dirancang untuk dapat menggali bukti-bukti yang terkait dengan:

  • kepemilikan kualifikasi akademik dan unjuk kerja Tridharma (sebagaimana diatur dalam SK Menkowasbangpan nomor 38 tahun 1999),
  • kepemilikan kompetensi, yang diukur secara persepsional oleh diri sendiri,  mahasiswa, teman sejawat dan atasan,
  • pernyataan diri dosen tentang  kontribusi yang diberikan  dalam pelaksanaan dan pengembangan Tridarma.

 

Penilaian dan Bukti-bukti Portofolio

Penilaian portofolio merupakan penilaian terhadap kumpulan dokumen maupun data yang berupa SK Kenaikan Jabatan terakhir, instrumen persepsional dan personal/deskripsi diri yang telah diisi oleh diri sendiri, mahasiswa, teman sejawat dosen, dan atasan dosen. Khusus untuk instrumen deskripsi diri, penilaian dilakukan oleh asesor.

            Bukti-bukti yang disediakan dosen peserta sertifikasi dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian:

  • Bagian pertama, (untuk Penilaian Empirikal), adalah bukti yang terkait dengan   kualifikasi akademik dan angka kredit dosen, untuk kenaikan jabatan akademik sebagaimana tersebut dalam SK Menkowasbangpan Nomor 38 Tahun 1999. Bukti berupa SK tentang kenaikan jabatan akademik terakhir, yang dilengkapi dengan rincian perolehan angka kredit dalam jabatan dan SK kepangkatan terakhir.  SK kepangkatan untuk dosen tetap yayasan diperoleh setelah yang bersangkutan memperoleh SK Inpassing.
  • Bagian kedua, (untuk Penilaian Persepsional), adalah bukti yang terkait dengan penilaian persepsional oleh diri sendiri, mahasiswa, teman sejawat dan atasan terhadap empat kompetensi dosen, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Bukti berupa lembar-lembar penilaian yang telah diisi oleh diri sendiri, mahasiswa, teman sejawat, dan atasan.
  • Bagian ketiga, (untuk Penilaian Personal), adalah pernyataan dari dosen yang bersangkutan tentang prestasi dan kontribusi yang telah diberikannya dalam pelaksanaan dan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi.

            Ciri-ciri yang digunakan dalam penilaian portofolio dosen adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan hasil Penilaian Angka Kredit dosen sebagai ukuran kualifikasi akademik dan unjuk kerja.
  2. Menggunakan penilaian persepsional oleh mahasiswa, teman sejawat, atasan dan diri sendiri tentang kepemilikan kompetensi dosen untuk melaksanakan tugas profesionalnya.
  3. Menggunakan penilaian personal oleh diri sendiri tentang kontribusi yang telah diberikannya dalam pelaksanaan dan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi.
  4. Menggunakan tingkat kesesuaian penilaian persepsional dan personal untuk mendapatkan nilai akhir profesionalisme.   

Hasil penilaian profesionalisme dosen akan valid  hanya bila penilaian seluruh komponen dilakukan dengan jujur. Jadi kejujuran dosen, mahasiswa, teman sejawat dan atasan dalam menilai merupakan syarat mutlak bagi keberhasilan sistem penilaian ini. Kejujuran ini pula yang hendak dibangun dengan sistem penilaian ini, karena diyakini bahwa kejujuran merupakan bagian tak terpisahkan dari profesionalisme.

Tags: -

Related entries: -

Terakhir diperbaharui: 2008-12-24 17:10
Penulis: endah_ks
Revision: 1.0

Digg it! Cetak materi ini Kirim ke teman Tunjukkan materi ini sebagai berkas PDF
Propose a translation for Propose a translation for
Beri nilai materi ini:

Nilai rata-rata: 5 dari 5 (1 Suara )

sangat tak berguna 1 2 3 4 5 sangat berguna

Anda tidak diperbolehkan untuk memberikan komentar pada materi ini